<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
   xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
   xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
   xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
   xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
   xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
   xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
   >

<channel>
   <title>Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Tidore Kepulauan</title>
   <atom:link href="http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
   <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id</link>
   <description>Kota Tidore Kepulauan - Maluku Utara</description>
   <lastBuildDate>Sat, 20 Aug 2011 00:36:55 +0000</lastBuildDate>
   <language>en</language>
   <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
   <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
   
      <item>
      <title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/19/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/19/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/#comments</comments>
      <pubDate>Fri, 19 Aug 2011 23:26:39 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://602008.siap-dinas.com/?p=622</guid>
      <description><![CDATA[Minal Aidzin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[Minal Aidzin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/19/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>2</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>SAFARI RAMADHAN MAJILIS TA&#8217;LIM DIKPORA TIKEP</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/13/safari-ramadhan-majilis-talim-dikpora-tikep/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/13/safari-ramadhan-majilis-talim-dikpora-tikep/#comments</comments>
      <pubDate>Sat, 13 Aug 2011 11:48:28 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://602008.siap-dinas.com/?p=605</guid>
      <description><![CDATA[Para Qoriah khusyu saat tadarus di rumah Kadis Dikpora tikep]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Majelis Ta&#8217;lim Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga  (Dikpora) Kota Tidore Kepulauan (Tikep)  pada bulan suci Ramadhan 1432 H ini memeliki sejumlah kegiatan yang di kemas dalam <em>&#8220;</em><strong><em>Safari Ramadhan&#8221;.</em></strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Majilis Ta&#8217;lim yang diketuai Ny. Hj. Farida Hadi, S.Ip yang kesehariannya selaku Kasubag. Umum dan Perlengkapan Dikpora Tikep, dan anggotanya Hafia Togubu, Hj. Aisa Hamisi, Aisa Djafar, S.Sos, Sri Iriyan, Ratni Abdullah, Mariyam Lahabato, Santi M. Din, SE, dan Ibu-ibu kariyawati lainnya, serta dilengkapi Seksi Humas dengan ketua Nuraen Umar, S.Sos mengawali Safari Ramadhan dengan Tadarus bersama di mulai dari rumah Sekretaris <strong>Drs. Sura Husain </strong>kamis (4/8-2011) malam. Teadarus bersama ini direncakan akan bergilir dari rumah ke rumah para pejabat struktural Dinas Dikpora.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Dengan penuh semangat yang dilandasi pada sebuah Hadits : <em>Dari <em>Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw, bersabda, &#8220;Tidak berkumpul suatu kaum dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, saling mengajarkannya sesama mereka, kecuali rahmat menyirami mereka, para malaikat akan mengerumuni mereka dan Allah akan menyebut-nebut mereka di kalangan malaikat yang ada disisi-Nya&#8221; (</em></em>Muslim, Abu Dawud).</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Para Qoriah Majilis Ta&#8217;lim di malam pertama tersebut mampu melampaui 7 (tuju) jus, hal ini selain dengan rasa semangat yang menggebu dalam dada jama’a majelis, juga ada spirit dari Sekertaris Dinas Sura Husain selaku Pembina Majelis Ta&#8217;lim.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Pada malam ke dua senin (8/8) tadarus dilanjutkan di rumah ketua Majelis Ta’lim, namun cuaca malam itu belum bersahabat, hujan deras mengakibatkan sebagian besar para anggota majelis tidak hadir sehingga hanya menyelesaikan 1 jus. Tadarus dilanjutkan pada malam ke tiga (10/8) di rumah Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Drs. Yakub Husain, di malam ke tiga ini para qariah mampu melafalkan 3 jus.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Tidak hanya pada rumah-rumah pejabat struktural eselon 3 saja para Mujahidah Majelis Ta’lim menyebar sayapnya melaksanakan tadarus, namun pada malam ke empat Jumat (13/8) seluruh civitas majelis ta’lim melekukan tadarus di rumah Kepala Dinas Dikpora Anwar Husen, S.Pd, selaku Pelindung/Penasehat Majelis, dengan penuh gairah santri-santri majelis mampu melantungkan suara menghatamkan 5 jus.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Selain support yang diberikan oleh Sura Husain selaku Pembina, Anwar Husen yang kapasitasnya sebagai Kepala Dinas sekaligus Pelindung/Penasehat Majelis pun memberikan dukungan penuh sehingga baru empat malam melakukan tadarus qoriah-qoriah dikpora telah melafalkan separuh dari isi Al-Quran (18 jus). Jus-jus selanjutnya akan berlanjut ke rumah para pejaabat lain dengan jadwalnya akan menyusul dan rencana akan menghatamkan seluruh isi Al-Quran (30 jus) sebelum ahir ramadhan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Dengan begitu banyak mendapat respon positif dari pejabat di lingkunan Dinas Dikpora, maka selain  tadarus yang dilakukan majelis ta’lim, juga ada Taujiah (ceramah agama). Tepat memasuki hari ke sebelas bulan ramadhan 1432 H, kamis (11/8-2011) atau kata lain memasuki fase ke dua yang maknanya memasuki pintu pengampunan sesuai hadits yang diriwatikan oleh Ibnu Khuzaimah, Baihagi dan Ibnu Hibban, maka pengurus majelis ta’lim menghadirkan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tidore Kepulauan H. Saleh Yasin, S.PdI untuk memberikan nasehat-nasehat agama terkait dengan hi’mah bulan Ramadhan.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Saleh Yasin yang di damping Surah Husain dalam mengawali ceramahnya menjelaskan bahwa Allah Swt, memilih bulan ramadhan berada pada bulan ke 9 dari tahun Hijriah, ini menurut para sebagian ulama mengatakan bahwa bulan ke 9 itu adalah ibarat manusia yang berada dalam kandungan ibu selama 9 bulan, sehingga Insya Allah seseorang punya puasa sempurna ditamba dengan amal-amal yang lain bagus maka pada saat Idul Fitri dia kembali menjadi fitrah atau suci seperti bayi yang baru lahir.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Dalam taujiah ini hadir seluruh kariyawan dan kariyawati Dinas Dikpora, mereka sangat khusyu mengikuti ceramah yang diberikan oleh ketua MUI ini, hal ini terbukti pada saat Sura Husain yang saat itu mendampingi pencerama sebagai Moderator memberikan kesempatan kepada para jama’a untuk bertanya terkait dengan puasa. Dengan tidak membuang waktu para jama’a langsung menyantap kesempatan itu untuk melakukan dialog yang di awali oleh Kabid Pendidikan Dasar Yakub Husain.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #339966">Diakhir ceramah Saleh menyetil sebuah hadits kurdsi yang mahfumnya bahwa Allah berfirman seluruh amal ibada anak Adam akan dilipat gandakan dari 10 s/d 700 lipat gandakan kecuali puasa, sesunggunya puasa itu untuk ku kata Allah, untuk itu karena puasa ini adalah ibadah yang tidak mengandung unsur ria maka Ustad Saleh, sapaan sehari-hari mengharapkan agar kita selalu menjaga hati agar puasa kita tidak ternoda dengan hal-hal yang dapat mengotori hati kita, karena banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan haus, ikhtiar ustad.</span></p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/13/safari-ramadhan-majilis-talim-dikpora-tikep/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>0</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>Pelantikan Pejabat Fungsional Pengawas dan Kepala Sekolah</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/10/pelantikan-pejabat-fungsional-pengawas-dan-kepala-sekolah/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/10/pelantikan-pejabat-fungsional-pengawas-dan-kepala-sekolah/#comments</comments>
      <pubDate>Wed, 10 Aug 2011 05:09:10 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://602008.siap-dinas.com/?p=580</guid>
      <description><![CDATA[Kepala Dinas Dikpora Anwar Husen, S.Pd, selaku pejabat pelantik mengambil sumpah kepada para pejabat yang dilantik]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Pelantikan Pejabat Fungsional Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kamis (10/8-2011) oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga atas nama Walikota Tidore Kepulauan (Tikep)  bertempat di Aula Dikpora Tikep.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify">Pengawas dan Kepala Sekolah sebelum dilantik di ambil sumpah oleh Kepala Dinas Dikpora <strong>Anwar Husen,S.Pd </strong>selaku pejabat pelantik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify">Pengawas dan Kepala Sekolah yang di lantik berdasarkan Keputusan Walikota Tikep Nomor 56.1 Tahun 2011 tanggal 3 Agustus 2011 yang dibacakan oleh Kasubag Kepegwaian Dinas Dikpora Tikep Ny. Hafiah Togubu di antaranya :</p>
<p>&nbsp;</p>
<table width="659" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<col width="33" />
<col width="222" />
<col width="187" />
<col width="217" />
<tbody>
<tr>
<td width="33" height="21">NO</td>
<td width="222">NAMA</td>
<td width="187">JABATAN LAMA</td>
<td width="217">JABATAN BARU</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">1</td>
<td>Burhan Faroek, S.Ip, M.Si</td>
<td>Kepala SMPN 1 Tikep</td>
<td>Pengawas Pendidikan Menengah</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">2</td>
<td>Muhajir Salama, S.Pd</td>
<td>Guru SMA Muh. 4 Tikep</td>
<td>Kepala SMA Muh. 4 Tikep</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">3</td>
<td>Ade Abd. Karim</td>
<td>Kepala SMPN 23 Tikep</td>
<td>Kepala SMPN 22 Tikep</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">4</td>
<td>Alfagih Ali, S.Pd</td>
<td>Guru SMAN 4 Tikep</td>
<td>Kepala SMPN 23 Tikep</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">5</td>
<td>La Adia Maiba, S.Pd</td>
<td>Kepala SMPN 22 Tikep</td>
<td>Kepala SMPN 25 Tikep</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">6</td>
<td>Darwin Abd. Rahman, S.Pd, M.Pd.I</td>
<td>Kepala SMPN 5 Tikep</td>
<td>Kepala SMPN 1 Tikep</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">7</td>
<td>Olha Muhammad, S.Pd</td>
<td>Guru SMPN 5 Tikep</td>
<td>Kepala SMPN 5 Tikep</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">8</td>
<td>Malik Karim, S.Pd, MM</td>
<td>Kepala SMP PGRI Sofifi</td>
<td>Kepala SMPN 26 Tikep</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">9</td>
<td>Hamid Hatuina, S.Pd</td>
<td>Kepala SMP PGRI 2 Sofifi</td>
<td>Kepala SMPN 28 Tikep</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">10</td>
<td>Nurjana Sabtu, S.Pd</td>
<td>Guru SMP Siti Aisyah</td>
<td>Kepala SMP Siti Aisyah</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">11</td>
<td>Amin La Apo, S.Ag</td>
<td>Kepala SMP Pemerhati Sofifi</td>
<td>Kepala SMP 27 Tidore Kepulauan</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">12</td>
<td>Ham Bin Bahar</td>
<td>Guru SDN Cobodoe</td>
<td>Kepala TK Suka Maju Guraping</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center" align="right" height="25">13</td>
<td>Mariyam Samad</td>
<td>Guru SDN Akekoolano</td>
<td>Kepala TK Narosari Oba</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify">Dalam sambutan <strong>Anwar Husen, S.Pd </strong>selaku Kadis Dikpora yang didampingi para Pejabat Struktural yang berada di Dinas Dikpora mengatakan bahwa acara pelantikan pada pagi hari ini memeliki nilai tersendiri dari acara atau kegiatan sebelumnya, dimana acara pada hari ini bertepatan pada tanggal 10 Ramadhan 1432 H sehingga diharapkan mendapat Rahmat dan Magfiarah dari Allah SWT. Selanjutnya Kadis mengharapkan pada Pengawas dan Kepala Sekolah yang dilantik bahwa dalam 10 hari pertama bulan Ramadhan ini saudara-saudara di beri amanah sehingga jadikan ini adalah awal yang baik untuk bisa malaksanakan tugas dan tanggungjawab yang lebih baik, karena disamping itu para pejabat yang dilantik pada saat ini ada hal-hal penting terkait dengan tungas dan tanggungjawab yang harus dilaksananan dengan segera dan secepatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/08/10/pelantikan-pejabat-fungsional-pengawas-dan-kepala-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>0</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>ATLIT PENCAK SILAT TIDORE MENJUARAI O2SN TINGKAT NASIONAL</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/07/12/atlit-pencak-silat-tidore-menjuarai-o2sn-tingkat-nasional/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/07/12/atlit-pencak-silat-tidore-menjuarai-o2sn-tingkat-nasional/#comments</comments>
      <pubDate>Tue, 12 Jul 2011 04:32:38 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/?p=559</guid>
      <description><![CDATA[SAFRUDIN KADIR dari SMA Siti Aisa Kota Tidore Kepulauan yang berhasil memperoleh medali Perak pada O2SN Tingkat Nasional di Surabaya]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Tidore</em></strong> – Atlit Kota Tidore Kepulauan yang mewakili Propinsi Maluku Utara dalam rangka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang SD, SMP dan SMA berjumlah 27 orang, dari 4 cabang lomba yakni Atletik 8 atlit, Catur 2 atlit,  Bola Voly 1 regu putra dan 1 Putri, dan Sepak Bola 3 Atlit. Para atlit ini sebelumnya mengikuti seleksi tingkat Kota dan Propinsi Maluku Utara.<br />
</br></p>
<p><strong>SAFRUDIN KADER</strong> adalah salasatu Aatlit Pencak Silat dari SMA Swasta Siti Aisah Kota Tidore Kepulauan mendapat Juara II Kelas F Putra untuk O2SN tingkat Nasional di Surabaya sejak tanggal 4 s/d 8 Juli 2011.<br />
</br></p>
<p>Para duta Kota Tidore Kepulauan tiba kembali di Tidore 12/7 yang di Jemput langsung oleh <strong>Anwar Husen, S.Pd</strong> selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Tidore Kepulauan dan selanjutnya kontingen di arahkan Kantor Walikota Tidore Kepulauan untuk di terima kembali oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam hal ini di oleh Wakil Walikota <strong>Drs. Hamid Muhammad<br />
</strong> [lik]</p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/07/12/atlit-pencak-silat-tidore-menjuarai-o2sn-tingkat-nasional/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>0</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>MUNGKIN ( RENUNGAN  SEORANG GURU )</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/24/mungkin-renungan-seorang-guru/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/24/mungkin-renungan-seorang-guru/#comments</comments>
      <pubDate>Fri, 24 Jun 2011 05:12:35 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/?p=543</guid>
      <description><![CDATA[Puisi Seorang Guru yang mengungkapkan isi hati yang dalam atas keberadaan yang ia miliki....!!!]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #008000"><strong>OLEH  : A.MAJID KAMIDIN</strong></span><br />
<br />
</br></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru seperti pematung</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Membuat dan menata wajah patung, bahkan wajah bangsa</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Dikala marah, sedih, dan senyum …</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru mengajar patung untuk berbicara dan bersikap</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Dengan menggunakan etika</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru menganggap etika lebih penting dari Internet pada</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Zaman global ini…</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin etika pula yang membedakan patung dengan manusia</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin suatu saat patung menjadi pejabat</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Sebagian masih memegang wejangan sang guru</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Sebagian sudah lupa wajah sang guru</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Sebagian bahkan ogah melihat wajah sang guru</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Sebagian juga bahkan menginjak kaki dan mencaci maki sang guru</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin mereka kembali menganggap guru seperti patung.</span><br />
<br />
</br></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru seperti penceramah</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Ceramah hari ini untuk masa depan</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Ceramah yang ramah dan bermoral</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Ceramah yang bermakna tapi tak berharga</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin juga Ceramah sang guru dianggap seperti kicau burung</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Atau mungkin maaf …. seperti bunyi kentut</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin sang guru akan terus berceramah</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin yang mendengar akan menjadi penceramah, polotisi atau birokrasi…</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin mereka memandang guru sebelah mata ?</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Bukan mata mereka buta sebelah…bukan….</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">karena mereka masih memiliki Kedua bola mata yang sempurna.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Tapi mata mereka terhalang oleh jabatan</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin hati mereka dimatikan oleh jabatan</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin mereka yang berada pada areal politisi dan birokrasi</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Masih bisa bicara santun dengan etika</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin juga hanya berteriak, menghujat, mencaci maki</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Dan menjadikan orang lain sebagai kambing hitam</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin  sang guru kecewa dengan sikap mereka ?</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Tetapi sang guru berpikir itulah cara mereka mengais rezki</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Pantas mereka berduit, sedangkan kami apa adanya kata sang guru.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Dalam renungannya sang guru berkata</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru walaupun tidak berduit yang penting punya etika.</span><br />
<span style="color: #0000ff"> </span><br />
<br />
</br></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru seperti pelita</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Pelita penerang otak dan hati</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Pelita penunjuk jalan kebaikan</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Pelita untuk melihat mana yang baik dan mana yang buruk</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Pelita…. Ya …. Pelita….</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin pelita dapat membakar rumah, kantor, dan kursi empuk</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Para pejabat</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin tanpa pelita hidup menjadi gelap gulita</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin tanpa pelita orang tak dapat membedakan hitam, putih</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Atau abu-abu….</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Dan mungkin tanpa pelita orang dapat merubah .…</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Nilai belajar siswa menjadi uang</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Pendekatan menjadi uang</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Jabatan menjadi uang</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin pula hujatan dan caci maki dapat mendatang uang</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mengapa …? Karena mereka berada dalam kegelapan.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru tetap memegang pelita agar beretika</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru perlu banyak uang …?</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin …. Ya …. Mungkin tidak</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin sebaiknya…</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Guru perlu banyak waktu untuk belajar</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Guru perlu banyak kesempatan untuk belajar</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Guru perlu banyak ilmu</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru perlu dalam renungan untuk menjawabnya…</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Mungkin guru harus seperti pematung, penceramah, dan beretika</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Yang membawa pelita untuk menerangi kita semua.</span></p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/24/mungkin-renungan-seorang-guru/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>3</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>UJIAN NASIONAL HILANGNYA KEPERCAYAAN SISWA,OBJEKTIFITAS DAN  MUTU PENDIDIKAN SEMU</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/24/ujian-nasional-hilangnya-kepercayaan-siswaobjektifitas-dan-mutu-pendidikan-semu/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/24/ujian-nasional-hilangnya-kepercayaan-siswaobjektifitas-dan-mutu-pendidikan-semu/#comments</comments>
      <pubDate>Fri, 24 Jun 2011 00:23:03 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/?p=532</guid>
      <description><![CDATA[Oleh : A.MAJID KAMIDDIN SMA NEGERI 1 TIKEP “Adanya Standarisasi Mutu pendidikan Secara Nasional Oleh Badan Standar Nasional Pendidikan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Bangsa agar dapat Bersaing dapat Bersaing dengan Negara lain” I. Landasan Hukum Sejak digulirkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Yang terdiri atas Standari isi, Proses, Kompetensi [...]]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/files/2011/06/pa-majdi2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-534" src="http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/files/2011/06/pa-majdi2.jpg" alt="" width="150" height="100" /></a><span style="color: #0000ff">Oleh : A.MAJID KAMIDDIN</span></strong><br />
<span style="color: #0000ff"> </span><br />
<span style="color: #0000ff"><strong> SMA NEGERI 1 TIKEP</strong></span></p>
<p>
</br><br />
“<strong>Adanya Standarisasi Mutu pendidikan Secara Nasional Oleh Badan Standar Nasional Pendidikan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Bangsa agar dapat Bersaing dapat Bersaing dengan Negara lain”</strong></p>
<ol>
</p>
<p>	I. Landasan Hukum
</ol>
<p></p>
<p>Sejak digulirkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Yang terdiri atas Standari isi, Proses, Kompetensi Lulusan , Tenaga Kependidikan, Saran dan prasarana, Pengelolahan, Pembiayaan dan Penilaian Pendidikan. SNP digunakan sebagai acuan Pengembangan Kurikulum, Tenaga Pendidikan, Sarana dan Prasarana ,Pengelolahan dan Pembiayaan.SNP juga merupakan kriteria minimal tentang system pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.Sedangkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat 1 “Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan Kelulusan peserta didik.”<br />
<br />
</br><br />
II.  Pelaksanaan Ujian Nasional<br />
<br />
</br><br />
Jika dihubungkan antara kedua Payung Hukum tersebut Maka sebelum mengacu pada penentuan Kelulusan ,harus dilakukan pemantapan pada berbagai unsur yang mendukung kearah ketercapaian kelulusan misalnya sarana prasarana yang dimiliki oleh setiap satuan pendidik, Jumlah guru dengan kualitas yang memadai. kenyataan yang terjadi dilapangan hal-hal tersebut diabaikan. Oleh Anggota Dewan Pusat disaran pelaksanaan Ujian Nasional Yang Dilakukan Oleh Pemerintah lewat BSNP belum layak untuk dilaksanakan secara Nasional,karena terkesan terlalu memaksakan terutama dengan adanya  Standar Kelulusan 5.50 secara Nasional. Jika dilakukan maka perlu pemetaan terhadap sekolah yang telah memenuhi standar Nasional Pendidikan dapat melaksanakan Ujian secara nasional, sedangkan yang belum memenuhi standar Nasional dapat melaksanakan Ujian berdasarkan kebijakan daerah.<br />
<br />
</br><br />
Melihat pelaksanaan Ujian Nasional mulai dari persiapan terlalu minim sosialisasi baik dalam hal teknis maupun non teknis diantaranya pelaksanaan ideal try out seharusnya  empat atau lima kali dengan bentuk soal yang sama, hanya dilakukan satu kali  bahkan tidak sama sekali . Itupun pelaksanaannya terkesan kejar tayang seperti seting sebuah produksi senetron. Kemudian pada saat pelaksanaan Ujian Nasional terkesan siswa masih di awasi secara berlebihan dengan adanya 2 orang pengawas ruang , pengawas satuan pendidikan dan banyak petugas yang berlalu-lalang disekolah bahkan didepan ruang ujian serta pejabat dari instansi-instansi terkait yang merasa punya kepentingan terhadap hajatan Ujian Nasional. Ditinjau dari sisi efektifitas  dan efesiensi waktu ujian  untuk siswa dalam menyeleaikan soal sangat terganggu terhadap hasil kerja mereka.“<strong>Pada suatu percakapan tidak formal dengan Dr. Ridha Adjam Praktisi pendidikan Maluku Utara Beliau Mengatakan Bahwa pelaksanaan Ujian Nasional  adalah suatu bukti ketidak percayaan terhadap anak didik dalam hal siswa Karena adanya pengawasan yang terlalu berlebihan pada saat pelaksanaan Ujian nasional,jika pengawasan seperti apa adanya mungkin terkesan lebih baik dari sisi psikologi anak karena melaksanakan suatu proses ujian tidak dalam kondisi tertekan”.</strong><br />
<br />
</br><br />
Yang menjadi Masalah adalah jika suatu sekolah siswanya  kebanyakan gagal dalam Ujian nasional maka secara langsung sekolah tersebut dicap sebagai sekolah dengan kualitas yang kurang baik, hal ini disebabkan karena masih banyak pendapat masyarakat bahwa sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat meluluskan siswanya sebanyak mungkin. Padahal indikator tersebut belum tentu benar, bahkan persatuan rektor se-Indonesia di Surabaya merokomendasikan bahwa hasil Ujian Nasional 2010-2011 belum dapat dijadikan indicator siswa ke perguruan tinggi. Nah untuk menjaga imeg sekolah, banyak sekali kebijakan yang diambil oleh sekolah tertentu untuk meluluskan siswa sebanyak mungkin siswapun tidak mau kalah dengan kebijakan sekolah pada malam hari mereka enggan untuk membaca pelajaran yang akan diujiankan besok hari, mereka lebih senang mencari dan mengirim jawaban via sms mereka tidak lagi percaya pada kemampuan sendiri. walaupun kebijakan itu terkadang menghilangkan nilai yang paling esensial dalam dunia pendidikan yakni hilangnya suatu objektifitas tentang Mutu yang sebenarnya. Pada sisi lain hal tersebut merupakan  proses perkerdilan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang siswa. Jadilah suatu kondisi dimana seharus siswa yang melakukan ujian Nasional namun gurunya yang sibuk untuk menyelesaikan soal, pada kondisi yang lain seorang siswa menanti diruang ujian dengan sikap yang terkesan sangat konsentrasi dalam menyelesaikan soal. Begitu datangnya hasil kerja guru dengan sikap yang mantap pula siswa menerima jawaban dengan tanpa berpikir panjang benar atau tidak, tanpa merasa bersalah bahkan dengan membusung dada menghitamkan Lembaran Jawaban yang konon diperiksa oleh komputer. Padahal mereka tidak sadar inilah awal dari pengkerdilan terhadap diri mereka mulai dari pengetahuan, kepercayan Diri dan Moral sebagai generasi masa depan.<br />
<br />
</br><br />
Pada suatu Kesempatan Ujian Nasional tahun 2006 seorang siswa pada salah satu sekolah yang memiliki kemampuan yang tidak diragukan karena selalu peringkat satu Dikelasnya ternyata tidak lulus pada salah satu mata pelajaran namun jika dikolektifkan nilainya dia berada pada peringkat umum kedua nilai Ujian Nasional.tapi apa yang ditunjukan oleh siswa tersebut adalah suatu kebesaran jiwa yang luar biasa mungkin tidak dapat dilakukan oleh siswa lain,tidak ada rasa sedih atau air mata yang menetes tapi senyum kebanggaan yang ditunjukan dengan kata singkat saya bangga walaupun tidak lulus tapi itu adalah jawaban murni dari saya, kalimat seperti ini yang harus keluar dari mulut banyak siswa.<br />
<br />
</br><br />
Kasus lain terjadi pada SMA Muhammadiyah lampung seorang siswa peserta ujian nasional 2010-2011 adalah siswa yang tiga kali tidak lulus untuk mengikuti ujian nasional keempat pada tahun ini memberi informasi bahwa dia tidak berhasil sebanyak tiga kali ujian nasional tidak merasa kecewa karena merupakan hasil kerja sendiri dan tidak mengikuti jawaban yang berikan oleh gurunya,tetapi dia kecewa dengan sikap guru disekolahnya yang takut memliki hasil jelek memberikan jawaban pada teman-temanya. Yang lebih membanggakan sister sebut adalah juara kelas. Disurabaya seorang anak dan ibunya melaporkan kecurangan sekolah tentang mengakomodir siswa untuk conteng masal lembaran jawaban ujian nasional didemo oleh warga, bahkan diusir dari kompleks pemukiman mereka.<br />
<br />
</br><br />
Dari ketiga kasus tersebut adalah sisi lain dari pelaksanaan Ujian nasional yang notabene dikeluarkan dana besar oleh pemerintah dengan tujuan mendapatkan hasil yang baik dan objektif terabaikan, celakanya yang menggagalkan tujuan pemerintah adalah institusi pemerintah yang nama sekolah bahkan dibantu oleh masyarakat untuk mencapai sesuatu yang kualitas semu. Pada sekolah yang terjadi adalah hilangnya nilai atau rasa hormat siswa terhadap Guru karena mereka berpikir apa yang menjadi nasehat guru pada saat efektif belajar tentang Kejujuran, Percaya diri dan belajar keras hanya merupakan simbol atau semboyan belaka, karena dengan memberi jawaban pada siswa , maka guru sendiri yang mengobrak-abrik suatu  objektifitas dan etika tersebut.</p>
<ol>
<br />
	III. Penentuan Kelulusan
</ol>
<p></p>
<p>Setelah pelaksanaan Ujian Nasional ada hal mendasar yang harus di tinjau kembali yakni penentuan kelulusan peserta ujian masih rancau.Terkesan  kelulusan  hanya ditentukan oleh Kognetif belaka ,padahal Standar Kompetensi Lulusan adalah Kualifikasi Kemampuan Lulusan mencakup Sikap, Pengetahuan dan Ketrampilan (Mulyasa,2006:26). Walaupun dengan komposisi 60% nilai Ujian Nasional dan 40% nilai Ujian sekolah sudah merupakan kualifikasi penilaian kebijakan pemerintah dan satuan pendidikan, namun tetap kelululsan yang diperoleh masih semu dimana ujian nasional yang diakomodir kemudian nilai sekolah yang buat terkesan terlalu bombastic bukan akumulasi nilai sesungguh yang dicapai oleh sisiwa selama di sekolah.Kemudian akumulasi nilai etika dan moral terabaikan karena sekolah tidak berani mengambil kebijakan tidak meluluskan seorang peserta berdasarkan rekomendasi guru agama dan PKn tentang etika dan moral siswa, apalagi memang siswa tersebut telah memeliki nilai ujian yang telah tuntas.Hal-hal tersebut yang menggambarkan bahwa hasil ujian yang dicapai adalah gambaran kualitas semu belaka.Dengan kondisi hasil ujian nasional yang telah dicapai sekarang bukan tidak mungkin pada ujian nasional 2011-2012 pemerintah akan menaikkan standar kelulusan nasional menjadi 6.00 dengan komposisi 50% nilai Ujian Nasional dan 50% nilai ujian sekolah dengan paket soal yang lebih baanyak karena bertambahnya mata pelajaran agama sebagai pelajaran ujian nasional.<br />
<br />
</br><br />
Jadi Kapan satuan pendidkan alias sekolah dapat melakukan penilaian yang sebenarnya agar produk dari satuan pendidikan tersebut memiliki jiwa objektif, jujur dan sportif . Hal terakhir yang menjadi evaluasi pada Ujian Nasional adalah kapan objektifitas dalam dunia pendidikan bisa kita kedepankan dan tinggalkan pencapaian yang bersifat kuantitif yang mengandalakan angka dan mengutamakan rasa.Hanya dengan objektif, jujur dan sportif yang dapat menghakimi siswa, guru dan sekolah untuk melakukan yang terbaik. Pada akhirnya suatu proses pembelajaran yang panjang, penuh arti dan bermakna bagi masa depan anak, orang tua, masyarakat, Bangsa dan Negara yang tercinta dapat dijawab dengan suatu proses yang menghasilkan kualitas sebenarnya. Yang pasti adalah Kembali ke Objektifitas Bukan Lagi Hati Nurani jika ingin pendidikan kita maju dan sejajar dengan daerah lain, sekaligus menjawab tantang Menteri Pendidikan Nasional, <strong>sudahkah ”produk”  pendidikan  mampu  menjawab berbagai persoalan yang sifatnya kekinian dan mengantisipasi masa depan?.</strong> Walahualam …………</p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/24/ujian-nasional-hilangnya-kepercayaan-siswaobjektifitas-dan-mutu-pendidikan-semu/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>0</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>BAGAIMANA PELAJARAN AGAMA MENINGKATKAN ILMU PENGETAHUAN DAN PELAJARAN IPA MENINGKATKAN KETAQWAAN.</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/22/bagaimana-pelajaran-agama-meningkatkan-ilmu-pengetahuan-dan-pelajaran-ipa-meningkatkan-ketaqwaan/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/22/bagaimana-pelajaran-agama-meningkatkan-ilmu-pengetahuan-dan-pelajaran-ipa-meningkatkan-ketaqwaan/#comments</comments>
      <pubDate>Wed, 22 Jun 2011 09:27:19 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Guru]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/?p=506</guid>
      <description><![CDATA[Oleh :A.Majid Kamidin SMA NEGERI 1 TIKEP “Untuk menyiapkan generasi menuju 2045, yaitu pada saat 100 tahun Indonesia merdeka.Penyiapan sumber daya manusia yang berkarakter dan berkualitas adalah syarat mutlaknya, serta pendidikan karakter sebagai salah satu kuncinya. Ada tiga kelompok pendidikan karakter, yaitu: (i) pendidikan karakter yang menumbuhkan kesadaran sebagai makhluk dan hamba Tuhan Yang Maha [...]]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p><strong><a href="http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/files/2011/06/pa-majdi1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-523" src="http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/files/2011/06/pa-majdi1.jpg" alt="" width="150" height="100" /></a>Oleh :A.Majid Kamidin</strong></p>
<p><strong>SMA NEGERI 1 TIKEP</strong><br />
<br />
<strong>“Untuk menyiapkan generasi menuju 2045, yaitu pada saat 100 tahun Indonesia merdeka.Penyiapan sumber daya manusia yang berkarakter dan berkualitas adalah syarat mutlaknya, serta pendidikan karakter sebagai salah satu kuncinya. Ada tiga kelompok pendidikan karakter, yaitu: (i) pendidikan karakter yang menumbuhkan kesadaran sebagai makhluk dan hamba Tuhan Yang Maha Esa, (ii) pendidikan karakter yang terkait dengan keilmuan, dan (iii) pendidikan karakter yang menumbuhkan rasa cinta dan bangga menjadi orang Indonesia”</strong>.(<strong>MOHAMMAD NUH  Menteri Pendidikan Nasional)</strong><br />
<br />
Adalah Fakta jika mempelajari Alam berarti mempelajarai kebesaran sang Pencipta Allah SWT.Dan mencintai Allah SWT berarti menjaga semua ciptaanNYA dengan baik.Fenomena ini tidak diaktualkan oleh guru agama dan IPA pada proses pembelajaran untuk mendukung anak yang cerdas tetapi memeliki Iman dan Taqwa yang baik pula.ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan dasar Apakah setiap guru dalam melakukan Kegiatan pembelajaran telah melakukan analisis terhadap tujuan pembelajaran,pemetaan SI,SK-KD atau belum bahkan tidak sama sekali ?.Langkah awal yang harus kita lakukan adalah analisis tujuan mata pelajaran masing-masing,sehingga kita dapat mengarahkan SI,SK-KD sesuai dengan tujuan dari mata pelajaran tersebut.Sangat disayangkan jika seorang guru dalam merangcang Kegiatan pembelajaran tidak mengetahui tujuan pelajaran yang sebenarnya,Berarti SK-KD yang dibangun tidak mengarah pada Tujuan Mata Pelajaran tersebut. Dengan demikian hasil akhir yang dicapai tidak akan terpenuhi alias nihil.Sebagai pembanding untuk mengsingkronkan mata pelajaran agama dengan mata pelajaran IPA maka perlu untuk melihat tujuan dari kedua mata pelajaran tersebut pada lampiran Standar Isi Permen 22 Tahun 2006.Pendidikan Agama Islam di SMA/MA bertujuan untuk:</p>
<ol>
<li>Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang  Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;</li>
<li>mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama  dan berakhlak mulia  yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.</li>
</ol>
<p>Sedangkan Mata Pelajaran IPA sebagai sampel mata pelajaran Kimia Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.</p>
<p>Membentuk sikap positif terhadap kimia dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa</p>
<ol>
<li>Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur,  objektif, terbuka, ulet, kritis, dan dapat bekerjasama dengan orang lain</li>
<li>Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen, dimana peserta didik melakukan pengujian hipotesis dengan merancang percobaan melalui pemasangan instrumen, pengambilan, pengolahan dan penafsiran data, serta menyampaikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis</li>
<li>Meningkatkan kesadaran tentang terapan kimia yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat</li>
<li>Memahami konsep,prinsip, hukum, dan teori kimia serta saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.</li>
</ol>
<p>Dari kedua tujuan pelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa Tujuan Pelajaran Agama Islam pengembangan pengetahuan serta pengalaman peserta didik tentang  Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, sedangkan tujuan Pelajaran IPA salah satunya adalah Membentuk sikap positif terhadap kimia dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Artinya Kedua Mata Pelajaran tersebut memeliki tujuan yang sama yaitu membentuk peserta didik yang memeliki pengetahuan dan memeliki ketaqwaan terhadap Terhadapa Allah SWT.Untuk memenuhi kedua target tersebut maka perlu dilakukan dalam proses pembelajaran dengan mengintegrasikan tujuan pelajaran dalam SK-KD masing-masing mata pelajaran.</p>
<p>Banyak kasus yang dapat diangkat sebagai bukti bahwa guru mata pelajaran IPA dalam memberikan materi pelajaran yang meangarahkan peserta didik untuk memahami pengetahuan dan mengabaikan ketaqwaan kepada Allah SWT, sedang guru mata pelajaran Agama dalam memberikan materi pelajaran lebih mengarahkan peserta didik untuk memahami ketaqwaan kepada Allah SWT dan mengabaikan Ilmu Pengetahuan . Misalnya jika tanaman diberi pupuk dan bisa hidup,seorang guru lebih menjelaskan bahwa kehidupan tanaman disebabkan oleh pemberian pupuk, padahal dari sisi ketaqwaan terhadap Allah SWT guru tersebut dapat menjelaskan bahwa disamping pupuk yang diberikan yang dapat menjaga kelangsungan makhluk hidup termasuk tanaman adalah Allah SWT.</p>
<p>Kasus lain adalah guru Agama dalam menjelaskan materi pelajaran Agama hanya mengarahkan peserta didik pada ketaqwaan kepada Allah SWT dan mengabaikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Misalnya dalam menjelaskan kejadia Isra Wal Mir’aj Nabi Muhammad SAW adalah dengan menggunakan kendaraan Buraq ( Baraq ) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha oleh Allah SWT pada malam hari. Hanya sisi Agama yang diungkapkan, dari sisi ilmu pengetahuan pada dasarnya baraq sesungguhnya adalah cahaya dan jika dianalisa dari sisi ilmu pengetahuan kecepatan cahaya adalah 3 x 10<sup>8</sup>m/detik atau 300.000.000 m/detik artinya dari sisi kecepatan sangat masuk akal jika hanya dalam waktu satu malam Allah dapat memperjalankan Nabi Muhammad pada tengah malam dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha kemudian ke Sidrattul Muntaha. Kemudian dari sisi Nabi yang dapat menggunakan cahaya sebagai kendaraan dari sisi agama sebelum Nabi diberangkatkan dilakukan bedah oleh Malaikat Jibril untuk memberikan hatinya, dari sisi Ilmu Pengetahuan Nabi adalah materi, dan setiap materi dapat menempati ruang dan memeliki massa. Sehingga pada saat Nabi diperjalankan sesungguhnya sudah disesuaikan massa Beliau dengan kapasitas media cahaya yang digunakan sehingga tidak dipengaruhi oleh media lain yang berlawanan dengan Kapasitas Cahaya.</p>
<p>Materi lain yang dapat diangkat untuk mempelajari agama namun dapat meningkatkan kemampuan Ilmu Pengetahuan atau sebaliknya adalah Proses penciptaan Manusia oleh Allah SWT Nabi Adam diciptakan dari segumpal tanah, sedang manusai berikutnya diciptakan dari pertemuan sperma jantan dan sperma betina membentuk darah kemudian daging dan membentuk manusia.dari sisi ilmu pengetahuan dapat dijelaskan apa ada Hubungan antara sperma dengan Tanah …?. Di analisa dari sisi kimia senyawa hidrokarbon dapat menjelaskan hubungan tersebut yakni adanya kesamaan unsure-unsur yang menyusun tanah dan sperma adalah unsure Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O) dan unsure Nitrogen (N). Dalam tubuh manusia terdapat 80% air adalah senyawa antara H dan O (H<sub>2</sub>O) sebagai sarana transport dan melarutkan zat makanan, hal yang sama terjadi dalam tanah terdapat  80% air (H<sub>2</sub>O) sebagai sarana transport dan melarutkan zat makanan untuk dapat diserap oleh tumbuhan. Dalam tubuh manusia Nitrogen dalam bentuk senyawa Amino (NH<sub>2</sub>) yang dikenal dengan Monomernya protein adalah Nutrisi bagi tubuh, sebagai zat pembangun dan menggntikan bagian yang rusak bahkan merupakan unsure dominan menentukan reaktif tidaknya sperma, sedangkan dalam tanah Nitrogen adalah nutrisi yang dapat menentukan kualitas tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Sedangkan untuk membuktikan adanya karbon (C) dalam tubuh dan tanah adalah jika terbakar berwarna hitam, hal tersebut dapat dibuktikan jika tanah dibakar berwarna hitam begitu juga manusia jika kita tanpa sengaja melihat manusia yang terbakar akan berwarna hitam ini menunjukkan ciri khas karbon (C).</p>
<p>Tulisan ini hanya merupakan solusi bagi para guru Agama dan IPA, sebagai bahan diskusi untuk kita semua dalam mengembangkan materi pelajaran IPA dapat meningkatkan Meningkatkan Nilai ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT atau pada saat menerangkan pelajaran Agama dapat meningkatkan kemampuan Ilmua Pengetahuan Peserta didik. Jika tujuan dua mata pelajaran ini bisa dikembangkan seperti maksud diatas maka peserta didik dapat lebih menyukai pelajaran agama dengan pertimbangan dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang riil tidak sekedar memahami pengertian ayat Al-Quran secara harafiah semata tetapi lebih Konstruktiv.Hal sebaliknya adalah peserta didik tidak hanya memahami IPA tetapi dapat mengkaji dan mengakui kebesaran Allah SWT dengan mempelajari semua ciptaanNYA. Amin&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/06/22/bagaimana-pelajaran-agama-meningkatkan-ilmu-pengetahuan-dan-pelajaran-ipa-meningkatkan-ketaqwaan/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>1</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>Pengumuman Prakualifikasi</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/31/pengumuman-prakualifikasi/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/31/pengumuman-prakualifikasi/#comments</comments>
      <pubDate>Tue, 31 May 2011 02:06:16 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Pengumuman Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/?p=479</guid>
      <description><![CDATA[PANITIA PENGADAAN JASA KONSULTANSI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA TIDORE KEPULUAN PENGUMUMAN PRAKUALIFIKASI NO. 03/PB-DPPO/KT/2011]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/files/2011/05/Pengumuman-Tender-1-copy1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-488" src="http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/files/2011/05/Pengumuman-Tender-1-copy1.jpg" alt="" width="612" height="850" /></a></p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/31/pengumuman-prakualifikasi/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>0</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>PENUTUPAN LIGA PENDIDIKAN INDONESIA DI TIDORE</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/26/penutupan-liga-pendidikan-indonesia-di-tidore/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/26/penutupan-liga-pendidikan-indonesia-di-tidore/#comments</comments>
      <pubDate>Thu, 26 May 2011 07:26:17 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/?p=473</guid>
      <description><![CDATA[Foto Bersama antara Keseblasan Partai Final SMAN 1 Tikep Vs SMAN 10 Tikep dengan Walikota Tikep, Kadis Pemuda &#38; Olahraga Prop. Malut Kadis Dikpora Tikep dan Kabid PNFIPOR ]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p>Tidore &#8211;  Penutupan Turnamen Sepak Bola dalam rangka memperebutkan Piala Walikota I tingkat Pelajar SMP sederajat dan SMA sederajat dalam Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Selasa (24,5) lalau di Stadion Marimoi Tidore oleh Walikota Tidore Kepulauan.<br />
<br />
Sambutan Pentutupan Drs. Achmad Mahifa selaku Walikota Tidore Kepulauan (Tikep) yang didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Maluku Utara Drs. Djafa Umar, mengatakan atas nama pemerintah Dia menyampaikan rasa apresiasi terhadap semua pihak atas kerja keras sehingga penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesia di Kota Tidore dapat berjalan sebagai mana yang direncakan. Selain itu Walikota Tikep memberikan motivasi kepada keseblasan yang berhasil meraih juara dan tim wasit berupa bonus uang tunai dengan total Rp. 32.500.000, diantaranya tingkat SMA Juara 1 dan 2 masing-masing Rp. 10.000.000, tingkat SMP Juara 1 dan 2 masing Rp. 5.000.000 sedangan tim wasit Rp. 2.500.000.<br />
<br />
Selanjutnya Walikota menghimbau pada tim atau sekolah yang berhasil di tingkat Kota Tikep kiranya dapat tingkatkan latihan dan persiapannya untuk menghadapi pertandingan di tingakt Propinsi Maluku Utara memperebutkan piala Gubernur I melawan 8 Kab/kota, Karena kemenangan LPI di Kota Tidore Kepulauan bukan berarti akhir dari perjuangan sebagai juara namun ini merupakan sebuah awal untuk memulai persaingan pada kompetisi yang lebih besar.<br />
<br />
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Tikep Anwar Husen, S.Pd selaku Penanggung jawab Kegiatan LPI Kota Tikep melaporakan bahwa kegiatan LPI ini bertujuan untuk mengukur prestasi sepak bola di tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK dan MA di Kota Tikep. Sekolah yang mengikut dalam turnamen LPI ini sebanyak 38 sekolah.<br />
<br />
Setelah melalui kompetisi yang panjang dan melelahkan telah menghasilkan peserta atau sekolah yang keluar sebagai juara pada LPI I Kota Tikep sebagai berikut : tingkat SMP/MTs juara I SMPN 17 Tikep di Maitara Kec. Tidore Utara, Juara 2, SMPN 1 Tikep di Indonesiana Kec. Tidore, Juara 3 SMPN 5 di Sofifi Kec. Oba Utara dan Juara 4 SMPN 2 di Mareku Kec. Tidore Utara sedangkan tingakt SMA/SMK/MA, juara 1 SMAN 10 Tikep di Mareku Kec. Tidore Utara, Juara 2 SMAN 1 Tikep di Indonesiana Kec. Tidore, juara 3 SMAN 5 di Sofifi Kec. Oba Utara dan juara 4 SMAN 3 di Gamtufkange Kec. Tidore. Masing-masing juara memperoleh piala tetap, piagam penghargaan dan sejumlah bonus disamping piala bergilir untuk juara 1</p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/26/penutupan-liga-pendidikan-indonesia-di-tidore/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>0</slash:comments>
      </item>
      <item>
      <title>PEKAN OLAHRAGA DAN SENI TINGKAT SMP KOTA TIDORE KEPULAUAN</title>
      <link>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/24/pekan-olahraga-dan-seni-tingkat-smp-kota-tidore-kepulauan/</link>
      <comments>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/24/pekan-olahraga-dan-seni-tingkat-smp-kota-tidore-kepulauan/#comments</comments>
      <pubDate>Tue, 24 May 2011 02:09:18 +0000</pubDate>
      <dc:creator>Halik Tidore</dc:creator>
      		<category><![CDATA[Berita Dinas]]></category>

      <guid isPermaLink="false">http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/?p=466</guid>
      <description><![CDATA[Kepala Dinas Dikpora Anwar Husen, S.Pd sedang memberikan sambutan saat pembukaan lomba Personi di SMP 5 Tikep di Sofifi]]></description>
         <content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Sofifi</em></strong> – Pekan Olahraga dan Seni (Personi) tingkat SMP Kota Tidore Kepulauan di selengarakan Sabtu (21/5) yang dipusatkan di SMPN 5 Tidore Kepulauan (Tikep) yang berada di Sofifi, Kec. Oba Utara Kota Tikep, kegiatan personi ini secara nasional dinamakan Olimpiade Olahraga dan Seni Tingkat Nasional (O2SN), Olimpiade ini adalah suatu kegiatan yang kompotiti dalam bidang olahraga dan seni di tingkat SMP.<br />
<br />
<strong>Anwar Husen, S.Pd</strong> selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Tidore Kepulauan yang didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar <strong>Drs. Yakub Husain</strong> dalam membuka acara lombanya memberikan arahan bahwa kegiatan semcam ini adalah kegiatan dalam rangka peningkatan kompetensi dalam hal non akademik, selanjutnya Kepala Dinas (Kadis) memberikan motivasi pada peserta lomba agar dalam perlombaan dapat menjunjung tinggi prinsip-prinsip spotifitas, bila kaidah-kaidah penjurian / penilaian telah ditegakkan dengan baik dan benar maka kalah &#8211;  menang itu hal yang biasa, tambah Anwar.<br />
<br />
Kepala Seksi Pendidikan Menengah Pertama <strong>Mahruf Badar, S.Pd</strong> sekaligus selaku Ketua Panitia Penyelenggara melaporkan bahwa tujuan kegiatan ini diataranya meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap olahraga dan seni yang berakar pada budaya bangsa, mengembangkan sikap kompetatif dalam diri siswa dalam pergaulan global, mengembangkan bakat dan minat peserta didik di tingkat SMP dalam bidang olahraga dan seni.<br />
<br />
Dalam kegiatan Personi ini ada dua kelompok bidang yang dilombakan yakni olahraga dan seni, a untuk bidang olahraga terdiri dari delapan cabang diantaranya : atletik, renang, bolavoly, bulutangkis, tenismeja karate, pencaksilat dan catur, sedangankan bidang seni terdiri dari 12 mata lomba diataranya : seni terias, vocal grub, seni tari kreasi baru, seni baca al-quran, cipta cerpen, cipta puisi, cerita berbahasa inggris, tory talling, seni music tradisional, menyanyi tunggal, seni lukis, cipta lagu dan desain motv batik. Total mata lomba sebanyak dua puluh.<br />
<br />
Lomba yang dilaksanakan selama tiga hari (21-23/5) itu diikuti oleh 281 peserta dari 8 kecamatan, yang masing-masing kecamatan mengirimkan delagasinya antaralain : Kec. tidore 59 peserta, kec. tidore selatan 34 peserta, kec. Tidore utara 38, kec. Oba utara 48 peserta, kec. Oba tengah 12 peserta, kec. Oba, 26 peserta kec. Oba selatan 14 peserta, dari 8 kecamatan tersebut hanya kecamatan tidore yang mengirimkan peserta untuk semua mata lomba.<br />
<br />
Untuk menilai lomba dalam kegiatan Personi ini, pantia mendatangkan para yuri yang berpengalaman dalam kegiatan-kegiatan pada bidang olahraga maupun seni, baik di tingkat kota maupun di tingkat propinsi. <em>[lik]</em></p>
]]></content:encoded>
         <wfw:commentRss>http://dikpora-tidorekepulauan.siap.web.id/2011/05/24/pekan-olahraga-dan-seni-tingkat-smp-kota-tidore-kepulauan/feed/</wfw:commentRss>
      <slash:comments>0</slash:comments>
      </item>
   </channel>
</rss>

