Anwar Husen, S.Pd
Sang Pengabdi Yang Penuh Dedikasih
Buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak seorang guru ini tanpa ragu mendaratkan pilihan. Ia terlanjur jatuh hati, lalu percaya pada ketetapan sikapnya. Ia paham bahwa pilihannya bersumberdari kesejatian kesadaran hingga membuatnya teguh pendirian.
Sungguh ia melakukannya karena cinta. Karena cinta pula membuat ia benar-benar tergoda. Ia sungguh tak kuasa menahan, lalu dengan tanpa paksaan memilih melamar. Setelah SMA Negri 1 Tidore 1988, Anwar Husen, anak seorang guru yang sempat menjadi Kepala Sekolah SD di berbagai tempat ini akhirnya memilih untuk melamar di IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Sebuah institut/lembaga perguruan Tinggi yang memproduksi lahirnya para guru.
Adalah IKIP Manado tempat ia memahat otak, menumbuhkembankan profesi yang benar-benar dicintainya. Anwar masuk IKIP Manado setelah lolos seleksi tanpa tes perguruan tinggi, maklum, di jajaran siswa SMA waktu itu, beliau termasuk siswa yang andal dan masuk dalam deretan anak didik yang benar-benar terdidik.
Sejak kecil, ia telah terdidik membaca. Beberapa bacaan mata pelajaran yang dimiliki oleh sang bapak yang kebetulan adalah Kepala sekolah waktu itu telah dibacanya. Tak tanggung-tanggung, majalah harmonis (majalah pengetahuan) yang menjadi langganan Bapaknya tekun dilahapnya, meski anwar kala itu masih SD. Hal inilah yang membuat ia benar-benar tak terdandingi. Sejak masuk SDN 1 Gamtufkange tahun 1976 samapi lulus tahun 1982, ia menjadi langganan Juara I. Reputasi anak sulung dari enam bersaudara pasangan Husen Usman dan Nafisah Mahmud ini tak perlu diragukan. Sederet pengalaman organisasi membuat pria kelahiran Soadara, 7 Maret 1968 ini menjadi sosok manusia yang matang dalam berpikir maupun bertindak. Watak organisasinya telah dibangun sejak berkecimpung di organisasi kemahasiswaan diantaranya BAKOPMI Halateng-Manado dan HMI Cabang Manado.
Pasca Mahasiswa terus memacu aktifitas intelektualnya. Baginya setiap kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan yang lebih produktif. Beberapa institusi kepemudaan ia geluti, sebut saja Pemuda Muhammadiyah Halmahera Tengah dan KNPI. Untuk institusi yang terakhir, Anwar terbilang seorang kaders yang tumbuh dari bawah. Pengalaman berkenalan dengan KNPI dimulai dari Manado. Saat itu, ia menghadiri lokakara “Memaknai KNPI Sebagai Wadah Berhimpun” dan terlibat memberi makna bersama aktifitas KNPI lainnya yang waktu itu dinahkodai oleh Tjahjo Kumolo (Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Sekarang).
Di Tidore, Anwar memulainya dari bawah. Dibawah kepemimpinan Rustam Konoras (Ketua KNPI Halteng), ia serius menempuh dialektika intelektual kaum muda. Meski Anwar jujur berkata, ia mengawalinya dari hanya seorang pesuruh di organisasi. Tapi ia melakukannya dengan kesungguhan hingga sederet posisi strategis dipegangnya, diantaranya Sekretaris KNPI Halteng di masa kepemimpinan Edi Langkara sampai yang paling terakhir adalah ketua MPI KNPI Kota Tidore Kepulauan 2005 – 2009.
Karier Birokrasinya terbilang cukup melejit. Alumni SMP Negeri 1 Tidore tahun 1985 ini memulai karernya sejak tahun 1995 sebagai seorang Guru PPKN di SMA Negeri 1 Tidore. Karena kepiawaiannya sang guru yang cerdas dan mahir berorganisasi ini di tahun 1998 telah menerima kepercayaan, memangku posisi strategis sebagai Wakasek bidang Humas.
Ia terus mendidi. Kecintaan pada guru sungguh tak ada duanya, bahkan untuk urusan memilih pendapming hidup, ia memilih seorang guru pula. Tahun 2001, setelah selama 33 tahun konsisten mempertahankan status lanjangnya, Anwah Husen akhirnya mempersunging Nurhatai Djohar. Dari istri yang dicintainya ini beliau dikaruniai dua orang putri, Saffanah R.M Anwar (8 tahun) dan Dian Syafa Ramadanti (3 tahun). Bapak dua anak ini punya alasan kenapa ia terlambat menikah, sebagai putra sulung, anwar memeliki tanggung jawab dan kewajiban untuk mengurus pendidikan dan kehidupan adik-adiknya. Sungguh, beliau seorang penyangang keluarga.
Di tahun 2003 setelah Kota Tidore Kepulauan dimekarkan, Anwar Husen, S.Pd yang juga adalah sekretaris PGRI yang tenar dang tanguh memperjuangkan hak-hak guru saat itu dipanggil untuk mengabdi di instansi Dinas Pendidikan Tikep. Anwar tidak menolak dan mengisi posisi penting sebagai Kepala Bagian Tata usaha Diknas Kota Tidore Kepulauan. Lima tahun kemudian dengan perubahan Nominaklatur Tata Usaha diganti dengan Sekretariat, maka Anwar diangakt menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, lalu tepatnya di bulan Februari 2010 melalui SK Walikota Tidore Kepulauan, Anwar Husen, Anak Kepala Sekolah SD yang mengalir didalamnya darah dan semangat sang Bapak yang tulus mendedikasikan segenap jiwa raganya untuk dunia pendidikan ini akhirnya dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Tidore Kepulauan. Anwar punya pendapat tentang jabatan. Baginya jabatan adalah sesuatu yang biasa-biasa saja. Jabatan adalah media pengabdia, ia bernialai ibadah serta memberi ruang untuk berbuat yang terbaik untuk kepentingan yang lebih besar dan lebih baik. Dengan jabatan, mungkin saja menjadi media perekat silaturrahmi dan membuat kepentingan banyak oran dan orang banyak terbentukan. Apapun yang kita peroleh atau emban mestinya tidak menyurutkan niat kita untuk tetap ihlas bekerja.
Filosofi hidup sang Kepala Dinas yang terbilang muda ini (42 Tahun) begitu sederhana “Jalani hidup ini apa adanya dan jangan terlalu risau” . Baginya setiap kebajikan yang dibuat akan selalu terlindungi. Setiap kebenaran yang dipegang, pasti akan ada jalan Tuhan yang memberi arah. Ia yakini jika ridha orang tua adalah pembuka pintu rahmat. Pada setiap kebenaran yang diyakini, haruslah teguh dipegang tanpa harus mengkhawatirkan ‘ orang lain bicara. Ia mungkin percaya pada ungkapan seorang Filsuf Yunani yang terkenal, Socrates “Kebenaran mungkin bisa disalahkan, tapi tidak akan mungkin dimatikan”.
Kepercayaan diri untuk menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang penting. Sejak dilantik menjadi Kepala Diknaspora, Anwar mencoba menguji kebriliannya. Ia menghelat langkah terobosan, diantaranya mendorong sebuah paradigma baru pada SKPD yang dikomandoinya dengan bekerja melelui perencanaan dan orientasi yang jelas serta memiliki standar target maupun prestasi dengan capaian yang terukur. Disiplin pegawai-pun ditata, selain apel pagi pada hari senin di Kantor Walikota, di Kantor Diknaspora juga dikenal apel pagi setiap selasa sampai jumat mulai pukul 07.45 WIT. Baginya disiplinan harus dilatih.
Harapannya untuk mendorong pelayanan publik yang baik terus dilakukan. Menurut Anwar pelayanan yang baik adalah sesuatu yang wajib. Jangan ada hambatan-hambatan diluar aturan, sehingga orang memiliki kepuasan saat berurusan dengan kantor. Diknaspora –pun siap membuka diri dengan membuka SMS Layanan “Keluhan Masalah Pendidikan maupun Kinerja Dinas” pada nomor 081356289656. Tentu saja, hal ini dilakukan semata-mata untuk perbaikan kinerja agar lebih jujur supaya lebih sportif.
Sebagai seorang anak muda, Anwar memiliki idealisme dan tanggung jawab dalam mendorong pengembangan dunia pendidikan di Kota Tikep. Meski ditengah keterbatasan, Diknaspora akan tetap menjadi gerbong dan menarik masyarakat menuju kearah yang lebih maju. Dalam aspek penguatan kualitas, jika memakai standar yang lebih operasional, maka terdapat dua komponenyang dapat dijadikan ukuran untuk menguji kualitas, yakni kualitas belajar mengajar dan kepemimpinan Kepala Sekolah. Karenanya Diknaspora memulai lewat pembuatan rapor Kepala Sekolah sebagai bahan evaluasi tahunan terhadap kinerja yang dibuatnya. Disamping itu, Anwar mendorong penyamaan persepsi pada semua komponen di dunia pendidikan agar lebih terlatih lagi dalam melakukan pemecahan masalah secara akademik dan tidak hanya asal bicara apalagi dengan menggunakan kalikali binongko.
Untuk ukuran keberhasilan pendidikan, Anwar menguraikan beberapa aspek,diantaranya kualitas guru, sarana prasarana, supervisi pendidikan dan kualitas kelulusan siswa. Pada beberapa aspek tersebut, Kota Tidore dianggap masih memiliki posisi yang lebih baik. Untuk kategori standar kelulusan pada setiap jenjang pendidikan dalam tiga tahun terakhir, Tidore Kepulauan termasuk dalam 3 besar terbaik Maluku Utara.
Anwar Husen memiliki obsesi lainnya untuk menata kembali aset pendidikan yang ada di daerah sebaik mungkin. Disamping itu, beliau mengharapkan partisipasi pendidikan di Kota Tikep harus lebih baik. Pada Bulan Juli 2010, Diknaspora merencanakan melaunching kampanye” Sekolah Gratis Untuk Masyarakat Kurang Mampu” alangkah berharganya jika anak-anak usia sekolah SD-SMA di Kota Tidore Kepulauan yang tidak bersekolah, wajib di sekolahkan.
Sebagai seorang pejabat yang mewakili komunitas anak muda,Anwar Husen berharap kedepan lembaga kepemudaan harus lebih diperkuat perannya,bukan pada aspek seremonial teknik,tapi lebih jauh lagi pada aspek yang strategis. Institusi kepemudaan harus mampu melakukan reorentasi visi utamanya dalam penguatan kompetensi intelektual. Tentu saja membangun kaum muda berkapabilitas hari ini adalah aset bagi masa datang,sama pentingnya dengan mendorong pendidikan berkualitas untuk masa depan. (Sumber : Majlah Metafora – edisi 6, 26 April – 3 Mei 2010)
Jumlah Pengunjung
KAMUS BAHASA INDONESIA
Sambutan Kepala Dinas
Saya ANWAR HUSEN, S.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyampaikan
Selamat datang di WEB Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga, semoga dapat membantu untuk memberikan inforamsi terkait dengan Pendidikan di Kota Tidore Kepulauan.
Kami mengharapkan ada masukan berupa saran untuk pengembangan web ini dengan memberikan komentara pada kontak (Post Comment) di setiap konten yang tersediaData Pokok Pendidikan Kota Tidore Kepulauan
Alamat Dinas
Kalender
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
Link Terkait
Blogroll
- Dudu Durajat (Jardiknas) 0
- Halik Punya 0
- SMK PGRI 15 RANTAUPRAPAT Websaite Sekolah SMK 0
